Lindungi Diri Anda di Sosial Media


teknologi

Saat ini, orang sangat sangat menggemari penggunaan social medisebagai sarana untuk berinteraksi dengan orang lain dan juga untuk mengembangkan bisnis. Website social media telah menjadi saran yang ampuh. Orang-orang sudah mengetahui kekuatan social media dan kehadirannya telah membangun komunitas yang kuat. Namun, social media telah disalahgunakan untuk hal-hal yang jahat.

Apa itu social media

Contoh Sosial Media: Pengaruh televisi terhadap anak-anak

pengaruh televisi terhadap anak-anak bisa mengambil langkah-langkah nyata. Walaupun tidak menutup kemungkinan memberikan alternatif solusi terhadap pihak terkait seperti pihak media televisi dan para pemerhati media secara umum. Pertama, jelas perlu ada sosialisasi secara massif kepada para orang tua tentang bahaya program yang ada di televisi pada setiap media yang ada, termasuk koran ini dan juga diperlukan kewaspadaan yang penuh dengan tidak membiarkan anak-anak menonton televisi dengan beba … Sosial Anak’ mengatakan bahwa: “Masalah paling mendasar bukanlah jumlah jam yang dilewatkan si anak untuk menonton televisi, melainkan program-program yang ia tonton dan bagaimana para orang tua serta guru memanfaatkan program-program ini untuk sedapat mungkin membantu kegiatan belajar mereka.”(1998:74). Dari kutipan tersebut diatas jelas bahwa yang harus diwaspadai oleh para guru dan orang tua adalah acara apa yang ditonton anak di televisi itu dan bukannya berapa lama anak menonton tele … media bukanlah penyebab perubahan satu-satunya melainkan ada faktor-faktor lain yang menengahi (mediating factors). Namun bagaimanapun juga, jika mengacu pada teori efek media maka terdapat teori Belajar, dimana seseorang itu belejar melakukan sesuatu dari media. Seorang anak bisa dengan fasihnya menirukan ucapan atau lagu-lagu yang di dengarnya di televisi. Mereka pun dengan segala kepolosan dan keluguannya sering pula menirukan segala gerak dan tingkah laku tokoh idolanya di televisi.

Dengan segala potensi yang dimilikinya itu, televisi telah mendatangkan banyak perdebatan yang tidak kunjung berakhir. Bagi orang dewasa, mungkin apa yang ditampilkan oleh televisi itu bukanlah sebuah masalah besar, sebab mereka sudah mampu memilih, memilah dan memahami apa yang ditayangkan di layar televisi. Namun bagaimana dengan anak-anak Dengan segala kepolosan yang dimilikinya, belum tentu mereka mampu menginterpretasikan apa yang mereka saksikan di layar televisi dengan tepat dan benar. Padahal Keith W. Mielke sebagaimana dikutip oleh Arini Hidayati dalam bukunya berjudul Televisi dan Perkembangan Sosial Anak mengatakan bahwa Masalah paling mendasar bukanlah jumlah jam yang dilewatkan si anak untuk menonton televisi, melainkan program-program yang ia tonton dan bagaimana para orang tua serta guru memanfaatkan program-program ini untuk sedapat mungkin membantu kegiatan belajar mereka.(199874). Dari kutipan tersebut diatas jelas bahwa yang harus diwaspadai oleh para guru dan orang tua adalah acara apa yang ditonton anak di televisi itu dan bukannya berapa lama anak menonton televisi. Padahal kecenderungan yang ada justru sebaliknya. Orang tua jarang benar-benar memperhatikan apa yang ditonton anak-anaknya dan lebih sering melarang anak-anak agar jangan menonton televisi terlalu lama karena bisa mengganggu jam belajar mereka.

10 Cara Melindungi Diri di Media Sosial

teknologi

Situs media sosial seperti Facebook atau Twitter sangat asyik digunakan. Tapi mereka memiliki beberapa isu keamanan serius yang memungkinkan terjadinya pencurian identitas, pembajakan merek, pelanggaran privasi, dan pencemaran nama baik secara online. Lebih mudah dan lebih cepat bagi seorang penipu untuk mencari korban potensial di dunia maya daripada di dunia nyata. Robert Siciliano, konsultan McAfee, memiliki beberapa saran untuk melindungi diri ketika mengunjungi situs media sosial. Berikut 10 cara melindungi diri di situs media sosial:

Daftarkan nama lengkap pada semua situs media sosial Anda.

Daftarkan nama lengkap Anda pada situs seperti Facebook dan Twitter, sehingga tidak ada orang lain yang dapat menggunakan nama Anda. Jika orang lain bisa menggunakan nama Anda, maka mereka bisa mem-posting foto dan berpose seperti Anda.

Mengkonfigurasi Google Alerts untuk nama sendiri dan nama anak-anak Anda.

Google Alerts merupakan layanan pemantauan konten yang ditawarkan oleh raksasa mesin pencari, Google. Layanan ini akan secara otomatis memberitahu Anda mengenai konten yang relevan yang Anda pilih. Dengan begitu, jika ada yang mengatakan sesuatu tentang Anda di situs media sosial, Anda akan menyadarinya.

Hindari mengklik link dalam profil atau pembaruan status di situs media sosial.

Banyak sekali link yang terinfeksi software berbahaya seperti virus, atau mungkin mereka mengarahkan Anda ke situs web palsu. Sebuah situs palsu adalah situs yang dirancang untuk terlihat seperti sebuah situs asli, tapi benar-benar palsu. Biasanya digunakan untuk mendapatkan informasi pribadi dari Anda.

Jangan memasukkan banyak informasi pribadi di situs media sosial.

Menurut Siciliano, memasukkan banyak informasi pribadi – seperti nama pasangan Anda, nama anak-anak Anda, nama hewan peliharaan, atau nama ibu Anda – di situs media sosial bukanlah ide yang baik. Semua informasi tambahan tersebut memungkinkan orang jahat memecahkan kode password reset dan mengubah password Anda pada banyak situs yang berbeda.

Pertahankan profil profesional Anda.

Mengirimkan kegiatan sehari-hari ke media sosial bukanlah ide yang baik. Jika Anda terlalu banyak mengirimkan informasi tentang Anda, orang-orang secara inheren akan menilai Anda. Apa yang Anda posting dapat mempengaruhi kemampuan Anda untuk mendapatkan pekerjaan, masuk ke sekolah, atau mencari pasangan. Ingat, Anda tidak dapat sepenuhnya menghapus posting secara online.

Jangan mem-posting keberadaan Anda di media sosial.

Jangan biarkan semua orang tahu kalau Anda sedang berlibur ke Bali bersama keluarga. Ketika rumah Anda kosong pencuri dapat menargetkan rumah Anda.

Pastikan anti-virus.

Media sosial merupakan bagian dari web, dan web inilah yang akhirnya menginfeksi komputer Anda. Jika Anda memiliki browser dan sistem operasi yang sudah usang, maka link yang terinfeksi di situs media sosial dapat membahayakan PC Anda dan memungkinkan adanya spyware.

Kuncilah setelan privasi Anda di situs media sosial.

Sebagian besar situs media sosial seperti Facebook memiliki pengaturan privasi, tetapi secara default. Itu artinya siapa saja dapat melihat segala sesuatu tentang Anda. Sebaiknya Anda mengunci pengaturan privasi. sehingga hanya orang Anda kenal, sukai, atau percaya yang dapat melihat apa yang terjadi dalam kehidupan pribadi dan profesional Anda.

Berhati-hatilah dalam memilih teman, atau siapa yang boleh masuk dalam lingkaran sosial Anda.

Berhati-hatilah dengan siapa Anda berteman atau siapa yang bisa masuk dalam lingkaran sosial Anda.

Selalu log-out dari situs media sosial.

Jika menggunakan komputer umum di warnet atau komputer teman, pastikan Anda sudah log-out dari situs yang dikunjungi. Hanya dengan menutup browser tidaklah cukup sebab orang berikutnya yang membuka browser mungkin menemukan akun Anda yang masih aktif dan dia bisa berpura-pura menjadi Anda. (http://www.patriotlumbanraja08.wordpress.com)

 

Saya Patriot Nainggolan Sebagai Administrator, jika ada balasan harap tinggalkan disi...!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s